Berita
![]() |
Iran Ancam Eropa, Harga Minyak Meroket |
22 February 2012 11:40 Minyak mentah diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam 9 bulan menyusul spekulasi bahwa pasokan akan terganggu setelah Iran menyetop ekspor minyaknya ke beberapa negara Uni Eropa. Produk berjangka minyak pengiriman April yang lebih atraktif, diperdagangkan naik US$ 2,2 menjadi US$ 105,80 per barel. “Harga ini bisa menyentuh US$110 per barel bulan ini jika kondisi fundamen pasar makin memburuk,” kata Analis Senior Monex Investindo Futures Ariana Nur Akbar (21/2).
Shana, situs berita yang dikendalikan Kementerian Perminyakan Iran melaporkan bahwa Iran akan memasok minyak mentahnya ke beberapa negara pelanggan baru, bukan perusahaan Perancis dan Inggris seperti yang ditulis Shana yang mengutip pernyataan Alireza Nikzad Rahbar, juru bicara kementerian tersebut. Rencana Iran untuk menghentikan penjualan minyak mentah ke dua negara itu dispekulasikan akan mendahului larangan impor oleh Uni Eropa yang telah sepakat untuk menghentikan pembelian dari Iran mulai 1 Juli 2011. Langkah tersebut diambil sebagai upaya Eropa menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya. Di sisi lain, Iran juga telah mengancam untuk memblokir pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz di Teluk Persia yang diallui sekitar 20% dari perdagangan minyak global. Bila sanksi ekonomi tetap diberlakukan, Iran akan menghentikan ekspor minyak ke Spanyol, Belanda, Jerman, Yunani, Italia dan Portugal. (Dilansir dari Bisnis Indonesia dan Republika 22 Februari 2012) |
|


