Disclaimer    Webmail  

Berita

Penerapan CSR di Indonesia Perlukan Pedoman Sesuai ISO 26000
29 July 2011 09:51
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) hari ini, Kamis (28/7) menyelenggarakan diskusi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dengan tema, “Kearah Penerapan ISO 26000, Dalam Melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Indonesia.”

Pelaksanaan diskusi ini dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Organisasi, Keanggotaan, Pemberdayaan Daerah dan Tata Kelola Perusahaan Anindya Bakrie, Ketua Komite Tetap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Yani Motik  dan SesMenko Perekonomian Supriadi di Menara Kadin Indonesia, Kuningan Jakarta.

Diskusi ini membahas cerita sukses dan berbagi pengalaman dari perusahaan skala multinasional dan nasional di Indonesia yang telah berhasil menerapkan program CSR di Indonesia. Perusahaan ini adalah PT. Astra Internasional, PT. Telekomunikasi Indonesia dan PT. Nestle Indonesia. Hasil diskusi ini nantinya akan dijadikan panduan pelaksanaan CSR di Indonesia yang mengacu pada ISO 26000.

Anindya Bakrie yang membawahi Komite Tetap CSR menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan awal suatu perjalanan panjang yang akan dijalani bersama, yakni melakukan kegiatan komunikasi dan edukasi guna untuk mendapatkan pemahaman yang sama dan utuh tentang CSR yang mengacu kepada ISO 26000 yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, lingkungan dan pelaku dunia usaha.

Hasil diskusi ini diharapkan akan menghasilkan “panduan umum” yang dibuat oleh Kadin Indonesia bersama-sama dengan pemangku kepentingan yang mengacu kepada ISO 26000, sehingga segenap pelaku dunia usaha di Indonesia dapat menerapkan program CSR di Indonesia.

Anindya Bakrie juga menyampaikan, paradigma pemahaman tentang CSR di Indonesia saat ini adalah “Dana CSR,” sehingga CSR diartikan selalu dengan “Dana,” bukan kepada proses dan dampaknya.

Melalui acara ini diharapkan peaku usaha dapat memiliki pemahaman yang sama tentang apa itu Tanggung Jawab Sosial, bagaimana penerapannya, bagaimana bentuk pelaporannya, dan semua prinsip yang terkandung di dalamnya, sehingga keinginan  yang mulia untuk melakukan pembangunan berkelanjutan dapat dilakukan bersama-sama. Anindya juga berharap agar CSR dapat dikaitkan dengan sistem keterikatan usaha (kemitraan usaha) anatar perusahaan besar, menengah, kecil serta masyarakat sehingga dapat terbentuk entrepreneur-entrepreneur baru. Terkait dengan adanya peraturan dan perundangan yang ‘mewajibkan’ CSR, diharapkan tidak menjadi halangan bagi dunia melaksanakan Tanggung Jawab Sosial sebagi pelaku usaha dengan baik dan benar.

Ketua Komite Tetap Tanggung Jwab Sosial Perusahaan (CSR), Yani Motik berharap agar langkah awal ini dapat memberikan manfaat yang besar, bukan hanya kepada para pelaku dunia usaha Indonesia, tetapi seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan dunia usaha, untuk mendapatkan manfaat dari diskusi yang nantinya akan menghasilkan ‘Panduan Umum’ tentang penerapan CSR yang mengacu kepada ISO-26000.

Badan Standarisasi Internasional ISO sejak November 2010 telah mengeluarkan ISO-26000 sebagai ‘Panduan’tentang Tanggung Jawab Sosial, yang bukan dimaksudkan sebagai sebuah ‘standar’ atau kebutuhan sertifikasi CSR, tetapi benar-benar sebuah ‘guidance’ atau panduan yang dapat ‘memandu’ penerapan Tanggung Jawab Sosial oleh organisasi apapun.

Sebagai salah satu dari 157 negara yang meratifikasi ISO-26000, Indonesia Dapat menjadikan ISO 26000 ini benar-benar sebagai acuan penerapan CSR. Untuk itulah, Kadin terpanggil untuk menggagas acara diskusi ini, yang tentunya sebagai sebuah awal dari perjalanan yang cukup panjang untuk mendapatkan masukan dari segenap pemangku kepentingan yang dapat dirangkum untuk menjadi “Panduan Umum” Tanggung Jawab Sosial di Indonesia.
 

Galeri

Tidak Ada Galeri

Share to Facebook Share to Twitter Stumble It Email This More...

  Kembali         Cetak

© Copyright, 2010 - Kadin Indonesia. Designed by Webindo